Ngeri! Wanita Usia 30 Tahun Ini Nyaris Kena Kanser Kerongkong Gara-gara Sering Melakukan Kebiasaan Ini Setiap Hari!

Ngeri! Wanita Usia 30 Tahun Ini Nyaris Kena Kanser Kerongkong Gara-gara Sering Melakukan Kebiasaan Ini Setiap Hari!

Kanser tidak memandang lelaki atau wanita, muda atau tua. Jika ada kebiasaan yang tidak baik, maka kanser akan dengan cepat merebak ke dalam tubuh.

Seorang wanita usia 30 tahun mengeluh dadanya sering terasa sakit seperti terbakar, juga batuk sudah lama tidak sembuh-sembuh. Ia pun dirujuk ke bagian Gastroenterologi yang khusus untuk memeriksa bagian pencernaan.

Ternyata setelah diperiksa, ia menderita penyakit asid sulfrik, selain itu juga terdapat radang pada saluran pencernaannya.

Rupanya, doktor nyatakan gara-gara ia sering “tidur habis makan”. Kalau habis makan terus tidur, makanan yang seharusnya turun ke pencernaan jadi “tertinggal” dalam saluran kerongkongan, sehingga lama-kelamaan, asid sulfriknya naik dan menyebabkan sakit pada ulu hati dan sensasi terbakar di dada.

Dokter nyatakan kalau asid sulfrik naik, dada terasa sakit, susah menelan, lama-kelamaan boleh mengakibatkan batuk kronik, radang paru-paru, sesak nafas, bahkan kanser kerongkongan. Untungnya wanita ini cepat berubat, kalau tidak, boleh-boleh ia kena kanser kerongkongan.

Gejala awal kanser esofagus (kerongkongan)

1. Sakit dada seperti terbakar

Kerana esofagus terletak di dada, kanser dapat meniru penyakit jantung atau paru-paru. Rasanya seperti membakar hati atau acid reflux.

2. Sulit menelan

Gejala ini merupakan gejala pertama yang disebabkan oleh tumor pada esofagus. Tumor yang muncul menyebabkan penyempitan ruang esofagus sehingga makanan sulit ditelan. Pada kondisi yang sudah parah, penderita dapat mengalami kesulitan minum.

3. Rasa tidak nyaman di dalam dada

Ada pasien yang merasa seperti berat, sesak, tidak nyaman, juga sakit tenggorokan.

Perbedaan kanser esofagus dan radang kerongkongan

Pada gejala kanser esofagus, pasien akan merasa sulit menelan benda padat, kemudian berair, terakhir bahkan minum pun sulit. Kalau radang kerongkongan, pasien akan merasa sakit tenggorokan saat menelan, sensasi sakit atau terbakar di dada. Kalau lebih parah, boleh terjadi kanser esofagus.

Dokter memperingatkan kalau habis makan jangan terus tidur. Habis makan terus tidur dapat menyebabkan acid-reflux (GERD) dan boleh menyebabkan kanser kerongkongan. Dokter mengatakan beberapa tahun ini terjadi peningkatan dan bahkan ada yang saluran pencernaannya sudah berlubang.

Dokter menyarankan untuk beraktivitas ringan 20-30 menit setelah makan lalu istirahat, jangan terus baring. Habis makan juga tidak boleh olahraga ekstrim, jalan santai paling bagus.

Semoga bermanfaat!

Sumber: how VIA IniSerius.com

[TIPS] Seorang Ibu Menempelkan Bahan Masakan Dapur Ini ke Kaki Bayinya yang Sudah Batuk Selama 1 Bulan, Siapa Sangka Beberapa Hari Kemudian Penyakit Anaknya Hilang dan Tidak Datang Lagi!

Akhir-akhir ini, banyak orang yang terkena flu dan batuk, termasuk anak-anak, bahkan bayi. Baru-baru ini ada seorang ibu yang panik kerana bayinya menderita batuk dan tidak sembuh-sembuh selama 1 bulan.

Keluarganya takut bayi itu menderita asma dan membawanya ke klinik. Setelah diperiksakan, ternyata itu bukan asma dan doktor hanya memberikan resep ubat untuk batuk saja.

Namun, setelah makan ubat itu selama 1 minggu, batuknya tetap tidak kunjung sembuh. Keluarganya segera membawanya kembali ke klinik. Kali ini, ia disuntik dan keadaannya mulai membaik. Tapi, setelah lewat 2 hari, batuknya mulai kambuh lagi.

Keluarga bayi itu kemudian mencuba berbagai macam cara, namun semuanya tetap tidak ada yang berhasil, bahkan keadaannya bertambah buruk hari demi hari. Selama 1 bulan, bayi itu kehilangan berat badan mencapai 2 kilogram lebih.

Hingga pada suatu hari, ada seorang teman sang ibu yang berkunjung ke rumahnya. Ketika teman ibunya tersebut mendengar cerita tentang penyakit bayi itu, ia memberikan sebuah resepi ubat yang hanya memerlukan 1 bahan bumbu dapur saja! Inilah resepi ubat itu:

1. Siapkan bawang putih dan iris tipis.

2.  Sebelum bayi tidur, cuci kakinya dan tempelkan irisan bawang putih menggunakan plester di titik akupuntur Yongquan (terletak di bagian telapak kaki, sekitar dari ujung kaki bagian atas) selama 8 jam.

Cara ini tidak akan melukai bayi, namun ingat, bayi harus minimal berumur 3 tahun baru boleh menggunakan cara ini ya.

Setelah rutin melakukannya selama beberapa hari, batuk bayi itu langsung sembuh dan tidak kambuh lagi!

Sumber: Healthdaily via OHTrending.net